Rabu, 14 November 2012

Pertemuan VI: Query Language


Query language merupakan suatu bahasa special yang yang dapat mengakses informasi atau perintah  yang melibatkan data pada database.
Bahasa query dapat dikategorikan sebagai bahasa prosedural & bahasa non-prosedural

  • Bahasa procedural merupakan suatu bahasa yang membuat suatu urutan instruksi. Yang termasuk dalam bahasa procedural adalah aljabar relasional
  • Bahasa non-prosedural  merupakan suatu bahsa yang hanya mendeskripsikan informasi tanpa memberikan urutan informasi. Yang termasuk dalam bahasa non-prosedural adalah kalkulus relasional, dan kalkulus relasional tupel.


ALJABAR  RELASIONAL
Aljabar relasional merupakan suatu bahasa query procedural  yang memiliki satu atu dua masukkan dan menghasilkan sebuah keluaran dari  operasi tersebut. Ada dua operasi pada aljabar relasional yaitu operasi dasar dan operasi tambahan

  • Operasi Dasar             : terdiri atas select, project, cross, union, intersection, subdifference, rename,Cartesian product
  • Operasi Tambahan     : terdiri atas set intersection,tetha join , natural join, division


JENIS-JENIS OPERASI

  • Unary  : suatu operasi yang hanya digunakan pada suatu relasi
  • Binary  : suatu operasi yang memerlukan sepasang relasi


SELECTION
Selection merupakan suatu operasi untuk menyeleksi tupel-tupel yang memenuhi suatu predikat.

PROJECTION
Projection merupakan sebuah operasi unary yang digunakan untuk memperoleh kolom-kolom tertentu.

Pertemuan V: Transformasi Model Data ke Basis Data Fisik


TAHAP-TAHAP TRANSFORMASI

  • Semua entitas dan relasi yang merupakan himpunan dari ERD ditransformasikan ke dalambentuk tabel
  • Pada tabel terdapat field yang merupakan atribut dari suatu entitas dan relasi


TRANSFORMASI DASAR

  • Semua entitas akan di implementasikan sebagai sebuah tabel atau file data
  •  Relasi 1-1 : menghubungkan dua buah himpunan entitas yang direpresentasikan dalam bentuk penambahan atribut relasi pada salah satu tabel yang mewakili.
  • Relasi 1-N : menghubungkan dua buah himpunan entitas yang direpresentasikan dalam pencantuman attribute key dari himpunan tabel berderajat satu sampai yang mewakilii derajat N
  •  Relasi N-N : menghubungkan dua bua buah himounan entitas yang direpresentasikan dalam bentuk tabel khusus yang memiliki foreign key yang berasal dari key himpunan entitas yang menghubungkannya.


IMPLEMENTASI HIMPUNAN ENTITAS LEMAH DAN SUBENTITAS

  • Himpunan entitas lemah dan subentitas digunakan dalam bentuk tabel sebagaimana himpunan entitas kuat hanya saja entitas kuat langsung dapat menjadi tabel utuh tanpa melihat hubungan dengan entitas lain.
  • Himpunan entitas lemah bisa menjadi sebuah tabel utuh jika menyertakan attribute key dari implementasi himpunan entitas lemah.